|

Richardus Eko Indrajit
Dalam penilaian kali ini bobot TI-nya dikurangi
dan dititik-beratkan pada spiritnya, kemauan menjalankan e-government.
E-goverment award kali ini memasukkan juga unsur transparansi, misalnya
nilai investasi masing-masing daerah. Sebab, banyak yang mengaplikasikan
e-goverment hanya pada pemasangan komputer. Ini salah. Sustainability
merupakan kata kunci dari lima kriteria penilaian. Jadi investasinya
harus berkelanjutan, bukan jangka pendek. Leadership harus terjaga.
Bukan saat bupatinya tidak pro TI, semua proyek e-government dihentikan.
Ada standar internasional untuk mengatur masalah penyelenggaraan
e-goverment. Urutannya: Planning, Organising, Acquisition, Implement,
dan Delivery. Lalu ada skala kontrol, masalah SDM, reward dan sebagainya.
Namun, kata kuncinya adalah sustainability dan institutionalized.
Jadi, lebih dihargai kalau ada daerah yang belum concern terhadap
TI, yang pertama kali dipikir bukan implementasinya, tetapi membuat
sistem agar TI ada.
|